Senin, 21 Juni 2010

Forkamp itu siapa ??

FORKAMP (Forum Komunikasi Mahasiswa Pamekasan) ITS merupakan sebuah forum mahasiswa di ITS (Institut Teknologi Sepuluh Nopember Surabaya) yang berasal dari kota Pamekasan-Madura. Forkamp-ITS menjadi wadah ide-ide genius dalam pengembangan Pendidikan di Madura umumnya, pamekasan khususnya. Setiap tahunnya ide-ide genius terus berkembang dimana MAROCO (Madura Robot Contest) menjadi acara terbesar.

MAROCO (Madura Robot Contest) 2010 merupakan media bagi pelajar untuk dapat mengeksplorasi kreatifitas dan inovasi dalam bidang robot, khususnya Line Tracer robotic. MAROCO juga menyediakan forum bagi masyarakat untuk menyampaikan aspirasinya untuk kemajuan Pulau Madura terutama dalam bidang Pendidikan tanpa menghilangkan adat budayanya. Acara ini merupakan gabungan dari serangkaian acara besar, yaitu MAROCO ke 2, SIT ke 1, Care to Share ke 1, Belajar Terbuka Bersama ke 1, Donor Darah ke 1, dan Ikatan Mahasiswa Pamekasan se-Jawa Timur ke 1.

MAROCO (Madura Robot Contest) adalah lomba robotika tahunan dari FORKAMP-ITS,pada tahun 2010 ini merupakan yang ke-2. Peserta MAROCO mengalami peningkatan jumlah, berasal dari berbagai kota di Madura. SIT (Seminar IT) adalah konferensi yang akan menjadi tahunan Forum Komunikasi Mahasiswa Pamekasan-ITS dengan tujuan mendorong wawasan masyarakat di bidang pendidikan. SIT juga menghadirkan keynote speaker.

Care merupakan acara peduli yang bertujuan untuk mengumpulkan baju-baju atau seragam dan buku-buku pelajaran layak pakai yang kemudian akan disumbangkan kepada sekolah-sekolah pelosok yang benar-benar membutuhkan. Acara ini bekerjasama dengan forum-forum mahasiswa pamekasan se-Jawa Timur.

Donor Darah adalah acara untuk mengajak masyarakat dan para pelajar untuk saling membantu kepada mereka yang membutuhkan di dunia kesehatan. Ikatan Mahasiswa Pamekasan se-Jawa Timur merupakan acara pertemuan berkumpulnya seluruh perwakilan dari setiap Universitas se-Jawa Timur. Seluruh acara ini akan turut serta dalam memajukan pengembangan daerahnya terutama pendidikan tanpa menghilangkan kultur budaya.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar